Senin, 27 Oktober 2014

Mc Laren MP4-12C

                  
               Tahun lalu kami mengetes McLaren MP4-12C dan terkagum-kagum dengan performanya. Mobil berteknologi F1 ini tak diragukan lagi bisa membuat nama besar seperti Ferrari 458 atau Lamborghini Gallardo kerepotan saat beradu cepat. Namun memang MP4-12C tak memiliki paras semenarik rivalnya, hingga kini. Sambutlah 650S, yang sesungguhnya bisa saja Anda bilang sebagai MP4-12C facelift. Namun kami tak akan menyalahkan Anda yang menyangka ini mobil baru total. Karena sejujurnya paras 650S, yang diinspirasi P1, begitu dramatis dan cantik. Pemakaian bentuk logo McLaren sebagai ciri khas lampu depan di produknya, kami nilai sebagai salah satu terobosan desain terbaik tahun ini. Sayang belakangnya tak berubah banyak sehingga terasa kurang serasi dengan depan.






                Tapi di sisi lain, tenaga yang dipompa dari mesin 3.799 cc twin turbonya melonjak menjadi 641 dk. Tak ayal, akselerasi 0-100 km/jam yang tadinya diklaim 3,3 detik kini terpangkas hanya 3,0 detik. Angka ini artinya sama dengan Lamborghini Aventador Roadster. Kunci dari hebatnya akselerasi McLaren 650S terletak pada launch control canggih yang diadopsi dari mobil F1 mereka. Selain itu, tiap lekuk bodi merupakan rancangan matang aerodinamis dari komputer ketimbang pahatan seni belaka. Alhasil ketika pedal gas diinjak penuh, mobil ini sanggup menyentuh top speed 333 km/jam.

                Di dalamnya aura tak jauh berbeda dari MP4-12C. Desain modern instrumennya tetap bertahan, begitu juga posisi mengemudi fenomenal serta material berkualitas tingginya. Berada di dalam 650S sangat membetahkan dan membuat Anda serasa berada di sesuatu yang sangat spesial. Tak ada drama berlebihan ketika mengemudikannya secara normal, bahkan suspensinya sangat empuk untuk ukuran supercar. Tapi begitu mode berkendara dipindah ke ‘Track’, maka seketika ledakan tenaga menerjang. Pengendalian super-presisi dipadu suara mesin yang berubah lebih keras semakin membuat adrenalin Anda bergerak ke level tinggi. Apalagi 95% dari torsi maksimalnya juga sudah bisa didapat sejak 3.000 rpm.

                Namun ada hal yang hilang dari mobil ini. Berada di dalam 650S Anda tak merasa mengendalikan binatang buas. Semuanya sangat teratur dan terkendali. Bahkan dalam keadaan standar kontrol kestabilan pun tak bisa dimatikan 100%. Suara yang dihasilkan mesinnya juga tidak seberisik dan semerdu Ferrari atau Lamborghini. Meski begitu, tak sedikitpun ada keraguan kalau McLaren adalah yang paling nyaman di jalan raya dan paling hebat di trek. Belum lagi parasnya sangat cantik dan disokong nama besar mereka di F1.





























2 komentar: