Sabtu, 25 Oktober 2014

FERRARI





Saat pertama kali mendengar kata 458 Speciale, pikiran yang terlintas adalah se-spesial apa Kuda Jingkrak yang satu ini. Betapa tidak, Ferrari sendiri adalah nama yang utopis. Jangankan para car enthusiast, masyarakat luas yang awam tentang mobil pun menyadari bahwa setiap Ferrari adalah spesial.
 Kebanyakan dalam benak kita, Ferrari merupakan lambang dari mobil super kencang, sangat mahal, luar biasa keren dan penuh akan ego dan keistimewaan. Lantas jika 458 Speciale sampai berani memakai arti kata spesial, seberapa spesialnya?

     Sejatinya 458 Speciale merupakan versi kencang dari si cantik 458 Italia. Para insinyur di Maranello melakukan banyak ubahan untuk meningkatkan kapabilitas Speciale. Selain mesin yang di-tune ulang, sistem aerodinamika turut disempurnakan dan bobot tubuh dibuat lebih ringan. Tujuannya hanya satu, meraih performa terbaik dan hanya performa yang dijadikan orientasi. Unit V8 pada engine bay Speciale mengalami direvisi. Salah satunya adalah desain piston yang kini tahan dengan kompresi 14:1. Ia merengkuh total 606 dk, artinya setiap 1.000 cc menghasilkan 135 dk. Saat kami nyalakan, gemuruhnya terdengar lebih berat dan namun sangat reaktif. Tak heran karena ia memang lebih bertenaga 35 dk dibanding Italia. 

      Diet bobot juga dilakukan pada Speciale. Hampir tak ada lagi perangkat yang dibuat untuk kenyamanan. Kursi diganti model bucket dan seatbelt menggunakan 4 titik yang erat mendekap tubuh. Aplikasi material ringan dan pencopotan komponen yang tak perlu membuat bobotnya berkurang 90 kg menjadi 1.395 kg. Dipadu tenaga sebesar itu, jadilah ia Kuda liar yang rasio bobot-tenaganya hanya menanggung 2,13 kg untuk setiap dk. Saat kami coba, laju Speciale seperti kikuk jika diajak berjalan pelan. Mesinnya seperti lebih menikmati jika sang tuan menyiksanya hingga redline. Sayang sekali lahan uji kami sangat terbatas sehingga tidak bisa mengeksplorasi maksimal.

     Salah satu keistimewaan Speciale adalah sistem aerodinamikanya. Ia menggunakan aerodinamika aktif yaitu flap yang berada di haluan dan buritan. Di bumper depan terdapat 2 jenis sirip. Sirip vertikal dapat terbuka pada kecepatan lebih dari 170 km/jam. Tujuannya untuk mengurangi volume udara ke radiator sehingga mereduksi gaya gesek. Sementara flap horizontal di bawah akan terbuka otomatis pada kecepatan 220 km/jam/. Efeknya mampu mereduksi gaya tekan bagian depan sehingga lebih mudah meraih kecepatan maksimal. Sirip aktif ini juga ada di diffuser belakang. Sudutnya bisa bergerak sebanyak 17 derajat dan tentu pengaruhnya untuk menambah downforce mobil. Begitu spesialnya Speciale, Ferrari sampai mengembangkan ban khusus yang bekerja sama dengan Michelin untuk dipakai Speciale. Karet bundar bernama Michelin Pilot Sport Cup2 ini mengantar Speciale mengitari sirkuit Fiorano hanya dalam 1.23,5 detik. Lebih cepat dari Ferrari 599 GTO. Tak kalah spesial adalah penampilannya. Mirip dengan Ferrari 430 Scuderia yang punya ciri strip membelah tubuh, semua Speciale yang diproduksi akan memiliki strip khas.  




















1 komentar: